BERITA POLITIK

tsalis

TSALIS : DUKUNG SAYA, TAPI JANGAN BAWA BENDERA NU

LAMONGAN; Wakil Bupati Lamongan incumbent, H. Tsalis Fahami kemarin (19/10) membuat statemen politik pra Pemilu Kada Lamongan 2010. “Dukunglah saya menjadi Bupati Lamongan mendatang, tapi jangan bawa bendera NU,” ujarnya saat menghadiri acara Halal bi Halal dan Pelantikan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Warulor, Paciran, Lamongan yang dihadiri seribu undangan tersebut. Turut hadir pada acara tersebut Camat Paciran dan Kapolsek Paciran.

Lebih lanjut Tsalis menyampaikan bahwa dirinya siap bertarung dalam ajang Pemilu Kada tahun depan. Tentunya dengan dukungan para ulama dan warga Nahdliyin sebagai mayoritas warga Lamongan.

Menurut Tsalis, Jam’iyah NU sangat demokratis dalam memilih figur pimpinan termasuk dalam konteks Pemilu Kada Lamongan nanti. Hendaknya Nahdliyin bersikap santun dan menghindarkan fitnah sesuai dengan 9 pedoman berpolitik warga NU.

Lebih lanjut, Tsalis menyitir tamsil tokoh pencetus Khittah NU, KH. Ahmad Shiddiq, bahwa NU ibarat kereta api yang mempunyai rel yang jelas dalam berpolitik. Jangan jadikan NU seperti taksi!”.

Selain berorasi politik, Mantan Ketua PCNU Lamongan itu  juga memberikan siraman rohani tentang urgensi silaturrahim dan menebar salam. Tak lupa Tsalis menyelipkan motivasi-motivasi kepada kepengurusan Gerakan Pemuda Ansor yang baru dilantik.(*)

Dikirim oleh :

AHMAD FARID, S.Pd.,

Sekretaris PAC GP Ansor Paciran.

Iklan

Oktober 21, 2009 at 5:14 am Tinggalkan komentar

RIWAYAT ULAMA

Sekilas Riwayat Syaikh Ahmad Jauhari Umar

Diantara rekan pembaca ada yang menginginan sekilas riwayat hidup Syaikh Ahmad Jauhari umar. Oleh karena itu dengan segala kekurangan kami ketengahkan di sini sekilas riwayat Syaikh Ahmad Jauhari Umar Penyiar amalan manakib Jawahirul Maâany.

Syaikh Ahmad Jauhari Umar dilahirkan pada hari Jumat legi tanggal 17 Agustus 1945 jam 02.00 malam, yang keesokan harinya bertepatan dengan hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang diproklamirkan oleh Presiden Soekarno dan Dr. Muhammad Hatta. Tempat kelahiran beliau adalah di Dukuh Nepen Desa Krecek kecamatan Pare Kediri Jawa Timur. Sebelum berangkat ibadah haji, nama beliau adalah Muhammad Bahri, putra bungsu dari bapak Muhammad Ishaq. Meskipun dilahirkan dalam keadaan miskin harta benda, namun mulia dalam hal keturunan. Dari sang ayah, beliau mengaku masih keturunan Sultan Hasanudin bin Sunan Gunung Jati, dan dari sang ibu beliau mengaku masih keturunan KH Hasan Besari Tegal Sari Ponorogo Jawa Timur yang juga masih keturunan Sunan Kalijogo.

Pada masa kecil Syaikh Ahmad Jauhari Umar dididik oleh ayahanda sendiri dengan disiplin pendidikan yang ketat dan sangat keras. Diantaranya adalah menghafal kitab taqrib dan maknanya dan mempelajari tafsir Al-Quran baik mana maupun nasakh mansukhnya.

Masih diantara kedisiplinan ayah beliau dalam mendidik adalah : Syaikh Ahmad Jauhari Umar tidak diperkenankan berteman dengan anak-anak tetangga dengan tujuan supaya Syaikh Ahmad Jauhari Umar tidak mengikuit kebiasaan yang tidak baik yang dilakukan oleh anak-anak tetangga. Syaikh Ahmad Jauhari Umar dilarang merokok dan menonton hiburan seperti orkes, Wayang, ludruk dll, dan tidak pula boleh meminum kopi dan makan diwarung. Pada usia 11 tahun Syaikh Ahmad Jauhari Umar sudah mengkhatamkan Al-Qur��?an semua itu berkat kegigihan dan disiplin ayah beliau dalam mendidik dan membimbing.

Orang tua Syaikh Ahmad Jauhari Umar memang terkenal cinta kepada para alim ulama terutama mereka yang memiliki barakah dan karamah. Ayah beliau berpesan kepada Syaikh Ahmad Jauhari Umar agar selalu menghormati para ulama. Jika sowan (berkunjung) kepada para ulama supaya selalu memberi uang atau jajan (oleh-oleh). Pesan ayahanda tersebut dilaksanakan oleh beliau, dan semua ulama yang pernah diambil manfaat ilmunya mulai dari Kyai Syufaat Blok Agung Banyuwangi hingga KH. Dimyathi Pandegelang Banten, semuanya pernah diberi uang atau jajan oleh Syaikh Ahmad Jauhari Umar.

Sebenarnya, Syaikh Ahmad Jauhari Umar pernah menganut faham wahabi bahkan sampai menduduki posisi wakil ketua Majlis Tarjih Wahabi Kaliwungu. Adapun beberapa hal yang menyebabkan Syaikh Ahmad Jauhari Umar pindah dari faham wahabi dan menganut faham ahlussunah diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Beliau pernah bermimpi bertemu dengan kakek beliau yaitu KH. AbduLlah Sakin yang wafat pada tahun 1918 M, beliau berwasiyat kepada Syaikh Ahmad Jauhari Umar bahwa yang benar adalah faham ahlussunah.

2. Syaikh Ahmad Jauhari Umar pernah bertemu dengan KH Yasin bin Ma’ruf kedunglo kediri, pertemuan itu terjadi di warung / rumah makan Pondol Pesantren Lirboyo Kediri yang berkata kepada Syaikh Ahmad Jauhari Umar bahwa Syaikh Ahmad Jauhari Umar kelak akan menjadi seorang ulama yang banyak tamunya. Dan ucapan KH Yasin tersebut terbukti, beliau setiap hari menerima banyak tamu.

3. Syaikh Ahmad Jauhari Umar pernah berjumpa dengan Sayyid Ma’sum badung Madura yang memberi wasiyat bahwa kelak Syaikh Ahmad Jauhari Umar banyak santrinya yang berasal dari jauh. Dan hal itu juga terbukti.

4. Syaikh Ahmad Jauhari Umar bertemu dengan KH Hamid AbdiLlah Pasuruan, beliau berkata bahwa kelak Syaikh Ahmad Jauhari Umar akan dapat melaksanakan ibadah haji dan menjadi ulama yang kaya. Dan terbukti beliau sampai ibadah haji sebanyak lima kali dan begitu juga para putera beliau.

Hal tersebutlah yang menyebabkan Syaikh Ahmad Jauhari Umar menganut faham ahlussunah karena beliau merasa heran dan ta��?jub kepada para ulama ahlussunah seperti tersebut di atas yang dapat mengetahui hal-hal rahasia ghaib dan ulama yang demikian ini tidak dijumpainya pada ulama-ulama golongan wahabi.

Dalam menghadapi setiap cobaan yang menimpa, Syaikh Ahmad Jauhari Umar memilih satu jalan yaitu mendatangi ulama. Adapun beberapa ulama yang dimintai do’a dan barokah oleh beliau diantaranya adalah :

1. KH. Syufaat Blok Agung Banyuwangi.

2. KH. Hayatul Maki Bendo Pare Kediri.

3. KH. Marzuki Lirboyo Kediri.

4. KH. Dalhar Watu Congol Magelang.

5. KH. Khudlori Tegal Rejo Magelang.

6. KH. Dimyathi Pandegrlang Banten.

7. KH. Ru��?yat Kaliwungu.

8. KH. Ma’sum Lasem.

9. KH. Baidhawi Lasem.

10. KH. Masduqi Lasem.

11. KH. Imam Sarang.

12. KH. Kholil Sidogiri.

13. KH Abdul Hamid AbdiLlah Pasuruan.

Selesai beliau mendatangi para ulama, maka ilmu yang didapat dari mereka beliau kumpulkan dalam sebuah kitab Jawahirul Hikmah.

Kemudian beliau mengembara ke makam- makam para wali mulai dari Banyuwangi sampai Banten hingga Madura. Sewaktu beliau berziarah ke makam Syaikh Kholil Bangkalan Madura, Syaikh Ahmad Jauhari Umar bertemu dengan Sayyid Syarifuddin yang mengaku masih keturunan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani RA. Kemudian Sayyid Syarifuddin memberikan ijazah kepada Syaikh Ahmad Jauhari Umar berupa amalan MANAKIB JAWAHIRUL MA’ANY dimana amalan manakib Jawahirul Ma’any tersebut saat ini tersebar luas di seluruh Indonesia karena banyak Fadhilahnya

, bahkan sampai ke negara asing seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Pakistan, tanzania, Afrika, Nederland, dll.

Syaikh Ahmad Jauhari Umar pernah mengalami masa-masa yang sulit dalam segala hal. Bahkan ketika putera beliau masih berada di dalam kandungan, beliau diusir oleh keluarga isteri beliau sehingga harus pindah ke desa lain yang tidak jauh dari desa mertua beliau kira-kira satu kilometer. Ketika putera beliau berumur satu bulan, beliau kehabisan bekal untuk kebutuhan sehari-hari kemudian Syaikh Ahmad Jauhari Umar memerintahkan kepada isteri beliau untuk pulang meminta makanan kepada orang tuanya. Dan Syaikh Ahmad Jauhari Umar berkata, â�?�?Saya akan memohon kepada Allah SWTâ�?. Akhirnta isteri beliau dan puteranya pulang ke rumah orang tuanya.

Kemudian Syaikh Ahmad Jauhari Umar mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat duha dan dilanjutkan membaca manakib Jawahirul Ma��?any. Ketika tengah membaca Manakib, beliau mendengar ada orang di luar rumah memberikan ucapan salam kepada beliau, dan beliau jawab di dalam hati kemudian beliau tetap melanjutkan membaca Manakib Jawahirul Ma��?any hingga khatam. Setelah selesai membaca Manakib, maka keluarlah beliau seraya membukakan pintu bagi tamu yang memberikan salam tadi.

Setelah pintu terbuka, tenyata ada enam orang yang bertamu ke rumah beliau. Dua orang tamu memberi beliau uang Rp 10.000, dan berpesan supaya selalu mengamalkan Manakib tersebut. Dan sekarang kitab manakib tersebut sudah beliau ijazahkan kepada kaum Muslimin dan Muslimat agar kita semua dapat memperoleh berkahnya. Kemudian dua tamu lagi memberi dua buah nangka kepada beliau, dan dua tamu lainnya memberi roti dan gula.

Kemudian Syaikh Ahmad Jauhari Umar selalu melaksanakan pesan tamu-tamu tersebut yang menjadi amalan beliau sehari-hari. Tidak lama setelah itu, setiap harinya Syaikh Ahmad Jauhari Umar diberi rizki oleh Allah senanyak Rp. 1.500 hingga beliau berangkat haji untuk pertamakali pada tahun 1982.

Kemudian pada tahun 1983 Syaikh Ahmad Jauhari Umar menikah dengan Sa��?idah putri KH As��?ad Pasuruan. Setelah pernikahan ini beliau setiap hari diberi rizki oleh Allah sebanyak Rp 3.000 mulai tahun 1983 hingga beliau menikah dengan puteri KH. Yasin Blitar.

Setelah pernikahan ini Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah SWT sebanyak Rp.11.000 sampai beliau dapat membanun masjid. Selesai membangun masjid, Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah sebanyak Rp. 25.000 hingga beliau membangun rumah dan Pondok Pesantren.

Setelah membangun rumah dan Pondok Pesantren, Syaikh Ahmad Jauhari Umar tiap hari diberi rizki oleh Allah SWT sebanyak Rp.35.000 hingga beliau ibadah haji yang kedua kalinya bersama putera beliau Abdul Halim dan isteri beliau Musalihatun pada tahun 1993.

Setelah beliau melaksanakan ibadah haji yang kedua kalinya pada tahun 1993, Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah sebanyak Rp 50.000 hingga tahun 1995 M. Setelah Syaikh Ahmad Jauhari Umar melaksanakan ibadah haji yang ketiga kalinya bersama putera beliau Abdul Hamid dan Ali Khazim, Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah sebanyak Rp. 75.000 hingga tahun 1997.

Setelah Syaikh Ahmad Jauhari Umar menunaikan ibadah haji yang keempat kalinya pada tahun 1997 bersama putera beliau HM Sholahuddin, Syaikh Ahmad Jauhari Umar diberi rizki oleh Allah setiap hari Rp. 200.000 hingga tahun 2002.

Kemudian Syaikh Ahmad Jauhari Umar berangkat haji yang ke limakalinya bersama dua isteri dan satu menantu beliau, Syaikh Ahmad Jauhari Umar setiap hari diberi rizki oleh Allah SWT sebanyak Rp. 300.000 sampai tahun 2003 M.

Di Pasuruan, Syaikh Ahmad Jauhari Umar mendirikan Pondok Pesantren tepatnya di Desa Tanggulangin Kec. Kejayan Kab. Pasuruan yang diberi nama Pondok Pesantren Darussalam Tegalrejo.

Di desa tersebut Syaikh Ahmad Jauhari Umar diberi tanah oleh H Muhammad seluas 2.400 m2 kemudian H Muhammad dan putera beliau diberi tanah oleh Syaikh Ahmad Jauhari Umar seluas 4000m2 sebagai ganti tanah yang diberikan dahulu.

Sejak saat itu Syaikh Ahmad Jauhari Umar mulai membangun masjid dan madrasah bersama masyarakat pada tahun 1998. namun sayangnya sampai empat tahun pembangunan masjid tidak juga selesai. Akhirnya Syaikh Ahmad Jauhari Umar memutuskan masjid yang dibangun bersama masyarakat harus dirobohkan, demikian ini atas saran dan fatwa dari KH. Hasan Asy��?ari Mangli Magelang Jawa Tengah (Mbah Mangli ��? almarhum), dan akhirnya Syaikh Ahmad Jauhari Umar membangun masjid lagi bersama santri pondok. AlhamduliLlah dalam waktu 111 hari selesailah pembanginan masjid tingkat tanpa bantuan masyarakat. Kemudian madrasah-madrasah yang dibangun bersama masyarakat juga dirobohkan dan diganti dengan pembangunan pondok oleh santri-santri pondok

Maka mulailah Syaikh Ahmad Jauhari Umar mengajar mengaji dan mendidik anak-anak santri yang datang dari luar daerah pasuruhan, hingga lama kelamaan santri beliau menjadi banyak. Pernah suatu hari Syaikh Ahmad Jauhari Umar mengalami peristiwa yang ajaib yaitu didatangi oleh Syaikh Abi Suja��? pengarang kitab Taqrib yang mendatangi beliau dan memberikan kitab taqrib dengan sampul berwarna kuning, dan kitab tersebut masih tersimpan hingga sekarang. Mulai saat itu banyak murid yang datang terlebih dari Jawa Tengah yang kemudian banyak menjadi kiyahi dan ulama.

Silsilah Syaikh Ahmad Jauhari Umar :

a. Dari ayah beliah adalah sbb :

1. Syaikh Ahmad Jauhari Umar bin

2. H. Thohir/Muhammad Ishaq bin

3. Umarudin bin

4. Tubagus Umar bin

5. AbduLlah Kyai Mojo bin

6. Abu Ma��?ali Zakariya bin

7. Abu Mafakhir Ahmad Mahmud Abdul qadir bin

8. Maulana Muhammad Nasiruddin bin

9. Maulana Yufus bin

10. Hasanuddin Banten bin

11. HidayatuLlah Sunan Gunung Jati bin

12. AbduLlah Imamuddin bin

13. Ali Nurul ��?Alam bin

14. Jamaluddin Akbar bin

15. Jalaluddin Syad bin

16. AbduLlah Khon bin

17. Abdul Malik Al-Muhajir Al-Hindi bin

18. Ali Hadzramaut bin

19. Muhammad Shahib Al-Mirbath bin

20. Ali Khola��? Qasim bin

21. Alwi bin UbaidiLlah bin

22. Ahmad Al-Muhajir bin

23. Isa Syakir bin

24. Muhammad Naqib bin

25. Ali Uraidzi bin

26. Ja��?far As-Shadiq bin

27. Muhammad Al-Baqir bin

28. Imam Ali Zainal Abidin bin

29. Imam Husain bin

30. Sayyidatina Fatimah Az-Zahra binti

31. Sayyidina Muhammad RasuluLlah SAW.

b. Silsilah Syaikh Ahmad Jauhari Umar dari Ibu :

1 Syaikh Ahmad Jauhari Umar bin

2 KH Thahir bin/Moh Ishaq bin

3 Umarudin bin

4 Tuba bin

5 H. Muhammad Nur Qesesi bin

6 Pangeran Bahurekso bin

7 Syeh Nurul Anam bin

8 Pangeran Cempluk bin

9 Pangeran Nawa bin

10 Pangeran Arya Mangir bin

11 Pangeran Pahisan bin

12 Syekh Muhyidin Pamijahan bin

13 Ratu Trowulan bin

14 Ratu Ta��?najiyah bin

15 Pangeran Trowulan Wirocondro bin

16 Sulthan AbduRrahman Campa bin

17 Raden rahmat Sunan Ampel bin

18 Maulana Malik Ibrahim bin

19 Jalaluddin bin

20 Jamaludin Husen bin

21 AbduLlah Khon bin

22 Amir Abdul Malik bin

23 Ali Al-Anam bin

24 Alwi Al-Yamani bin

25 Muhammad Mu��?ti Duwailah bin

26 Alwi bin

27 Ali Khola��? Qasim bin

28 Muhammad Shahib Al-Mirbath bin

29 Ali Ba��?lawi bin

30 Muhammad Faqih Al-Muqaddam bin

31 AbduLlah AL-Yamani bin

32 Muhammad Muhajir bin

33 ��?Isa Naqib Al-basyri bin

34 Muhammad Naqib Ar-Ruumi bin

35 Ali Uraidzi bin

36 Ja��?far Shadiq bin

37 Muhammad Al-baqir bin

38 Ali Zainal Abidin bin

39 Husein As-Sibthi bin

40 Sayyidatinaa Fatimah Az-Zahra bin

41 Sayyidina Muhammad RasuluLlah SAW.

Meskipun beliau telah berpulang ke RahmatuLlah semoga Beliau mendapat tempat yang mulia di sisi-Nya, dan berkah beliah selalu mengalir kepada kita semuaâ�?¦.Amin

â�?�?Referensi â�?¦Buku Sejarah Perjuangan Syaikh Ahmad Jauhari umar..Penyiar Kitab Manakib Jawahirul Maâ�?�?any.

Sumber http://manakib.wordpress.com/category/manakib-aulia-yang-lain/

Agustus 16, 2009 at 2:14 am Tinggalkan komentar

BANTAHAN KADER MUHAMMADIYAH

MUHAM

Tuduhan Salah ke Muhammadiyah

Jumat, 14 Agustus 2009
Abdul Wahid Shomad
Alumni Ponpes Sidogiri, Pasuruan; aktivis FAI-Tarbiyah Unmuh Malang.

Seiring dengan penyergapan orang yang diduga Noordin M. Top di Temanggung, Jawa Tengah, dan tertangkapnya beberapa orang yang ditengarai menjadi jaringan teroris oleh Densus 88, muncul tudingan bahwa ideologi Muhammadiyah telah menjadi inkubator akar radikalisme dan terorisme di Indonesia. Tuduhan itu didasari bahwa orang-orang yang tertangkap di Temanggung dan Amrozi -yang sudah dihukum mati- berasal dari keluarga Muhammadiyah.

Untuk menjernihkan persoalan tersebut, Sekretaris PP Muhammdiyah Abdul Mu’tie dalam wawancara di TVOne Sabtu malam (8/8) memberikan penjelasan secara terbuka. Intinya, Mu’tie membantah tudingan itu.
Muhammadiyah adalah organisasi dan gerakan Islam sosial yang berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka (1912 di Jogjakarta). Muhammadiyah didirikan untuk menghapus tradisi keberagamaan umat Islam di Jawa yang kental dengan “kesyirikan” paham kejawen. Juga melawan tekanan politik dari pemerintahan Hindia Belanda yang merugikan bangsa Indonesia.
Paham keberagamaan Muhammadiyah secara umum senantiasa didasarkan atas teks Alquran dan As-sunah. Melepaskan dan membebaskan diri ikatan mazhab fikih tertentu.
Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan dalil Alquran dan As-sunah (perkataan, perbuatan, penetapan dan pengakuan Nabi Muhmmad SAW) dianggap keluar dari teks Alquran dan As-sunah. Dalam hal fikih (hukum Islam), misalnya, Muhammadiyah berpaham “bebas mazhab”. Artinya, tidak terikat oleh satu mazhab fikih saja. Sejauh paham keberagamaan mazhab fikh tersebut sesuai Alquran dan As-Sunah, itulah yang diterima paham Muhammadiyah. Tentunya dengan interpretasi-interpretasi kontekstual.
Sebuah pesan agama yang selalu diterjemahkan secara literal-tekstual memang akan menimbulkan kekakuan dan eksklusivitas dalam kehidupan beragama, bahkan bisa radikal dan fundamental. Salah satu contoh adalah pemahaman tentang jihad. Jihad jika diartikan secara literal-tekstual akan bermakna “qital dan muqotalah”. Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan “memerangi musuh (orang yang mengufuri ajaran Allah)”, sebagaimana dalam Al-Qomus Al-Fiqh dan Al-Qomus Al-Muhith dengan landasan Alquran dalam surat At-Taubah: 74, “Ya ayyuhannabiyyu jahidil kuffaro…”. Artinya, perangilah orang-orang kafir! Dan berdasar hadits Nabi Muhammad SAW, “jahidil musyrikina”. Artinya, lakukanlah jihad terhadap orang-orang musyrik!
Kata “jahidi” dalam ayat Alquran dan hadis di atas secara tekstual berarti memerangi orang kafir dan musyrik secara fisik atau qital dalam bahasa Arab. Berdasar pemahaman tekstual, ayat itu memerintah umat Islam agar memerangi orang-orang yang tidak sepaham dan tidak sesuai dengan ideologi tekstualitas Alquran dan As-sunah secara umum.
Dengan demikian, pemahaman dan pemaknaan terhadap pesan keberagamaan yang tekstualis, dalam konteks jihad misalnya -dari gerakan Islam mana saja dan dari siapa saja- sangat berpotensi menjadi akar radikalisme dan terorisme.
Lalu, apakah Muhammadiyah berpotensi menjadi pengeram dan penetas radikalisme-terorisme lantaran keberagamaannya berdasar langsung tekstualitas Alquran dan As-sunah? Jawabannya ”tidak”. Asumsi bahwa pemahaman tekstualitas Alquran dan As-sunah yang ada di Muhammadiyah akan menggiring seseorang untuk berpikir radikal dan fundamental adalah kurang bijaksana, bahkan tidak benar.
Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Abdul Mu’tie, Muhammadiyah sebagai gerakan sosial keagamaan tidak berpaham radikalisme dan fundamentalisme, apalagi terorisme. Buktinya, Muhammadiyah menerima Pancasila sebagai dasar dan ideologi berbangsa dan bernegara. Padahal, Pancasila bukanlah ideologi yang langsung berdasar tekstualitas Alquran dan As-sunah.
Tidak benar jika lantaran selalu berpaham Islam dengan dasar tekstualitas Alquran dan As-sunnah, Muhammadiyah dikatakan berpeluang besar untuk menjadi “inkubator” penetas radikalisme, fundamentalisme, dan terorisme. Munculnya radikalisme dan terorisme semata-mata karena pemahaman individu (yang sekarang terorganisasi dalam jaringan teroris) yang tidak komprehensif dan tidak bisa mengontekstualisasikan pesan agama. Padahal, teks agama harus dipahami secara komprehensif dan kontekstual. Tidak bisa dipahami sepotong-sepotong.
Andaikan ada orang seperti Amrozi yang berasal dari keluarga Muhammadiyah menjadi teroris, bukan berarti itu akibat pemahaman tekstualitas keberagamaan Muhammadiyah. Tetapi, ada faktor eksternal dan mindset yang memengaruhinya. Realitasnya, terorisme yang meracuni otak Amrozi itu muncul setelah bertemu dan bergabung dengan jaringan teroris Dr Azhari dan Noordin M. Top.
Muhammadiyah tetap memahami teks-teks agama secara universal dan kontekstual; tidak radikal dan fundamental. Andaikan Muhammadiyah dikatakan “tekstual”, boleh jadi tekstualitasnya hanya berkisar dalam hal ritual-vertikal kepada Tuhan agar bersih dari kesyirikan dan sinkretisme, atau dalam kamus Muhammmadiyah diistilahkan dengan “takhayul, bid’ah, dan khurafat” (TBC); bukan dalam hubungan sosial kemasyarakatan, berbangsa, dan bernegara (muamalah).
Sungguhpun demikian, harus diakui bahwa cara pandang yang kaku terhadap suatu teks agama secara umum memang akan membuat mindset seseorang menjadi eksklusif, radikal, dan fundamental. Contohnya, pemahaman jihad berdasar tekstualitas ayat dan hadis di atas, yang berarti memerangi secara fisik terhadap orang lain yang tidak sepaham. Padahal, jihad -menurut literatur fikih As-Syafi’i- tidak sesempit itu. Memerangi fisik hanya dalam konteks mempertahankan diri dan melawan orang yang menganiaya umat Islam. Sebab, tujuan substansial dari jihad adalah mengajak orang lain yang kufur dan syirik agar beriman dan berislam secara sempurna.
Dengan demikian, jihad lebih utama dan lebih bijaksana direalisasikan melalui dialog (As-Syeikh Ad-Dimyathi dalam I’anatuthalibin). Karena itu, pahamilah pesan agama dengan komprehensif dari berbagai sudut pandang secara kontekstual, kearifan, dan kebijaksanaan (wisdom). Akhirnya, terciptalah kedamaian dalam kehidupan. ***


Agustus 16, 2009 at 1:43 am Tinggalkan komentar

HABIB RIZIEQ KECAM FPI PACIRAN

FPI Dukung Pelaku Sweeping Tuak Diproses Hukum

Rabu, 13 Agustus 2008
Lusi Catur Mahgriefie

JAKARTA – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq mendukung dua anggota FPI di Lamongan, yang melakukan sweeping dan pengeroyokan terhadap penjual minuman tuak, diproses secara hukum.

Hal tersebut diutarakan Habib Rizieq melalui pesan singkat (SMS) yang diterima okezone, Rabu (13/8/2008).

“Seluruh aktivis FPI dan LPI wajib berakhlak dan beradab dalam amar ma’ruf nahi mungkar, jangan bengis dan kasar tapi tegas dan lugas. Razia miras di Lamongan bagus, tapi menyiram pedagang yang sudah tua dengan miras itu over acting. sudah sepatutnya yang bersangkutan diproses secara hukum,” sebut Rizieq.

Menurut Ketua Bidang Ekonomi Keuangan Industri di DPP FPI Mustafa M Bong, tindakan anggota FPI di Lamongan itu bukan cermin ajaran FPI.

“Kami terpukul dengan adanya ulah sweeping seperti itu. Karena itu, FPI mendukung agar yang bersangkutan diproses secara hukum,” imbaunya.

FPI, Mustafa menuturkan, akan mengeluarkan anggota yang terkait peristiwa itu dari keanggotaan FPI.

Untuk diketahui, Kepolisian Resor Lamongan telah menetapkan dua anggota FPI terkait peristiwa tersebut atas nama Yoyon (26 tahun) dan Al Farouq (28 tahun), asal Brondong dan Paciran. Penetapan ini terkait aksi sweeping yang dilakukan keduanya terhadap penjual minuman tuak (minuman keras khas Tuban) pada Minggu Agustus lalu. (lsi)

Juli 23, 2009 at 5:17 pm Tinggalkan komentar

GP. ANSOR vs. FPI

GP Ansor Lamongan “Tandai” Anggota FPI

Wednesday, 4 June 2008 18:01

Lamongan (GP-Ansor): Gerakan Pemuda Ansor Lamongan akan mendata dan mengidentifikasi anggota Front Pembela Islam yang selama ini meresahkan warga Lamongan. GP Ansor Lamongan juga mendesak pemerintah segera membubarkan FPI.

Wakil Sekretaris GP Ansor Lamongan Khoirul Huda, Rabu (4/6), mengatakan, FPI cenderung menggunakan cara kekerasan terhadap kelompok yang dinilai berseberangan. FPI juga sering merusak tempat hiburan yang dianggap memicu kemaksiatan.

Kami menerima masukan FPI di Lamongan juga meresahkan masyarakat karena sering melakukan sweeping terhadap pasangan yang sedang berduaan dan penjual minuman di wilayah pantura Lamongan. “Kami sepakat kemaksiatan dihilangkan, tetapi bukan dengan cara kekerasan disertai penganiayaan seperti yang dilakukan anggota FPI. Di wilayah pantura banyak warga resah,” kata Huda.

Menurut Huda, tindak kekerasan yang dilakukan anggota FPI, Minggu (1/6) lalu di silang Monas, menunjukkan cara-cara brutal. “Kalau pemerintah tidak mau membubarkan FPI, kami akan bertindak sendiri dengan mengarahkan banser. Secara khusus kami telah berkonsolidasi hingga pengurus anak cabang GP Ansor di tingkat kecamatan bahkan hingga pengurus ranting di tingkat desa untuk mendata dan mengidentifikasi anggota FPI di wilayah masing-masing,” katanya.

Huda menjelaskan, sikap Ansor Lamongan tersebut tidak hanya didasarkan aksi anarkis yang dilakukan anggota FPI kepada aliansi kebangsaan di Tugu Monas, tetapi juga didasarkan pada sikap FPI yang meresahkan masyarakat di Lamongan. Anggota FPI melakukan penyerangan tanpa meneliti terlebih dulu duduk persoalannya.

Para anggota FPI sering bersikap liar di luar koridor hukum negara. Kalau sikap seperti itu dibiarkan, mau jadi apa negara ini. “Seharusnya sikap sebagai Muslim tidak seperti FPI. Sikap FPI yang liar malah mencoreng citra Islam. Mereka bersikap sok suci dan cara-cara kekerasan yang dilakukan sangat tidak manusiawi,” ujar Huda.

Selama ini FPI di Lamongan terdeteksi di wilayah pantura, seperti Paciran, Blimbing, dan Brondong, juga wilayah selatan seperti Nggayam. Sudah banyak warga Lamongan dirugikan, seperti penjual tuak digebuki. “Bahkan setiap malam Jumat anggota FPI di Lamongan menyisir pemuda yang pacaran lalu dipukuli. Sejumlah kasus penganiayaan itu bahkan telah dilaporkan ke polisi,” kata Huda. (kc)

Juli 23, 2009 at 5:04 pm Tinggalkan komentar

AKSI ANARKIS FPI

SIRAM

AKSI ANARKIS FPI DI PACIRAN

10 Agustus 2008

Lamongan: Front Pembela Islam (FPI) kembali bertindak anarkis. Di Lamongan, Jawa Timur, sejumlah anggota FPI melakukan sweeping minuman keras. Insiden ini terjadi di Jalan Raya Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Ahad pagi. Tidak itu saja, anggota FPI juga melakukan peyiraman terhadap pemilik toko yang menjual minuman kiras (miras). Salah satunya, Sumaji. Sumaji berjualan minuman tradisional, disiram dengan air tuak sebanyak delapan kali oleh anggota FPI. Melihat kondisi itu, Sumaji hanya pasrah ketika mendapat perlakuan anarkis dari sejumlah angota FPI. Selanjutnya, anggota FPI merusak jerigen-jerigen ini agar tidak dapat digunakan lagi. Anggota FPI beralasan sweeping minuman keras ini dilakukan sebagai persiapan menjelang bulan suci Ramadhan.Tindakan tidak terpuji tersebut bukan pertama kali dilakukan FPI Lamongan. Sebelumnya, akhir Juni lalu, FPI juga menggrebek sejumlah tempat di Dusun Padeg, Kelurahan Blimbing, Paciran, yang dianggap sebagai sarang maksiat. Di tempat ini, anggota FPI mendapati seorang pemuda yang tengah mabuk. Anggota FPI pun langsung menyiram sisa minuman keras ke seluruh tubuhnya.(*)

Juli 23, 2009 at 4:47 pm Tinggalkan komentar

TUNTUT PEMBUBARAN FPI

BUBAR

Puluhan Pemuda Lamongan Tuntut Pembubaran FPI

Kamis, 5 Juni 2008 | 16:39 WIB

LAMONGAN, KAMIS- Puluhan pemuda dari berbagai elemen termasuk Garda Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Penyelamat Bangsa Lamongan, Kamis (5/6), berunjuk rasa menuntut Front Pembela Islam (FPI) termasuk yang ada di Lamongan dibubarkan. Mereka menggelar orasi di depan kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat, kantor Bupati, DPRD dan Kepolisian Resor Lamongan.

Pengunjuk rasa mengecam anggota FPI yang menyerang Aliansi Kebangsaan di silang Monas Jakarta, Minggu (1/6) lalu, sebagai bentuk kekerasan terorganisasi terhadap produk hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketua I Garda Bangsa Lamongan Muhdor dalam orasinya mengatakan pemerintah harus segera membubarkan FPI karena keberadaannya dirasa sangat meresahkan masyarakat dan tindakannya cenderung anarkis. Dalam setiap gerakannya FPI memaksakan kehendak dengan selalu berbuat anarkis. “FPI harus dibubarkan,” kata nya.

Di Pemkab Lamongan, pengunjuk rasa ditemui Kepala Bakesbanglinmas Lamongan Imam Trisno Edi. Pada kesempatan itu Trisno Edi menyatakan bisa memahami tuntutan pengunjuk rasa agar FPI dibubarkan. Namun keberadaan FPI di Lamongan selama ini masih ilegal dan belum terdaftar sebagai organisasi masyarakat.

Di DPRD Lamongan, mereka ditemui Ketua Komisi A Mochamad Sudigno. Pada kesempatan itu, Sudigno menyatakan mengecam keras tindakan FPI, bahkan dia juga menandatangani pernyataan sikap pengunjuk rasa yang menuntut pembubaran FPI. Sementara di Polres Lamongan pengunjuk rasa memberikan dukungan terhadap langkah Polri menindak tegas anggota FPI yang terlibat kekerasan untuk diusut dan diproses hukum secara tuntas.

Sementara itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akibat tuntutan pembubaran FPI, jajaran kepolisian resor Lamongan melakukan pengawasan dan langkah antisipasi di sejumlah kantung-kantung wilayah yang diindikasikan ada anggota FPI. Kepala Kepolisian Resor Lamongan Ajun Komisaris Besar Benyamin menyatakan, wilayah yang dipantau itu yakni Lamongan Kota, Brondong, dan Paciran.

Sebelumnya, Rabu malam ada informasi Gerakan Pemuda Anshor Lamongan akan menggerakkan anggotanya hingga ke tingkat desa. “Kami sudah antisipasi dengan persuasif agar jangan sampai ada tindakan anarkhis. Sebab selama ini di Paciran dan Brondong masyarakat d iresahkan ulah anggota FPI yang sering menghakimi pemuda pacaran dan penjual minuman. Kami tidak ingin ada kekerasan balasan, makanya kami terus memantaunya,” kata Benyamin.

Juli 23, 2009 at 4:32 pm Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Desember 2017
S S R K J S M
« Okt    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Komentar Terbaru

Blog Stats

  • 7,825 hits