GUS IPUL JADI WAGUB

Maret 29, 2009 at 3:37 pm Tinggalkan komentar

Cerita Dibalik Pelantikan Soekarwo-Saifullah

Thursday, 12 February 2009 23:19

Oleh: Ida Akbar, reporter beritajatim.com

Surabaya (GP-Ansor): Apes. Itulah yang dialami sembilan orang anggota DPRD Jatim. Mereka terpaksa ‘kehilangan’ kursinya saat prosesi pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf di gedung DPRD Jatim, pagi tadi (12/2/2009. Kesembilan orang itu di antaranya Jamal Abdullah Alkatiri, M Mirdasy dan Farid Al Fauzi. Ketiganya berasal dari Fraksi Persatuan Pembangunan.

Akibatnya, mereka pun terpaksa harus rela duduk di kursi undangan paling belakang. Padahal, seharusnya mereka menempati 100 kursi anggota dewan yang telah disiapkan di bagian depan.

Jamal lantas menyalahkan bagian protokoler pemprop yang dianggapnya tidak tegas dalam mengendalikan kedatangan tamu itu.

“Mau bagaimana lagi, ketika kami masuk, tempat duduk kami ditempati tamu undangan lain. Protokoler juga tidak bisa mencegahnya,” kata Jamal kepada beritajatim.com di gedung DPRD Jatim, Jl Indrapura Surabaya, Kamis (12/2/2009).

Memang, suasana di dalam ruang sidang tampak sangat padat. Undangan yang seharusnya menempati kursi di loby gedung dewan, memaksa masuk ke dalam ruang sidang paripurna. Tak pelak, beberapa anggota dewan itupun harus rela ‘kehilangan’ kursinya.

Gus Ipul Tampak Menahan Tawa (2)

Cengengesan. Gaya itu tampaknya masih sulit dijauhkan dari sosok Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jatim.

Hal itu pun masih terbawa saat acara pelantikan dirinya bersama Gubernur Soekarwo di gedung DPRD Jatim, pagi tadi.

Saat Soekarwo dan Gus Ipul -panggilan akrabnya- dipanggil namanya untuk dilantik oleh Mendagri Mardiyanto, terjadi insiden kecil. Saat itu, Gus Ipul hendak turun dari deretan kursi pimpinan sidang untuk diambil sumpahnya bersama Soekarwo.

Mungkin karena terlalu tegang, langkah Gus Ipul pun tampak sangat kaku, tidak seperti biasanya. Dan hal itu rupanya disadari oleh Ketua PP GP Ansor non aktif itu.

Sehingga, begitu turun, Gus Ipul terlihat sedikit menahan tawanya, sampai terlihat segaris senyum yang dipaksakan dibibirnya dan tampak kumisnya agak terangkat ke atas. Dan hal itu ditangkap oleh salah satu ajudan pimpinan dewan.

“Saya tadi sempat melihat, muka Gus Ipul sangat kaku. Seperti mau tertawa tapi ditahan. Akhirnya dia tersenyum kecil ke arah saya,” kata ajudan yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Pembawaan mantan menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal itu selama ini memang sangat santai. Saat gladi bersih pelantikan pun, Gus Ipul sempat berkelakar kepada pejabat protokoler Departemen Dalam Negeri, dengan meminta kalimat sumpahnya diperpendek.

“Bisa diperpendek nggak, Pak. Kok sumpahnya panjang sekali?,” kata Gus Ipul kemarin saat gladi bersih kemarin.

Untungnya, kekeliruan itu tidak terjadi dalam pengambilan sumpah jabatannya pagi tadi. Semua prosesi pelantikan dilalui dengan lancar. (eda)

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

ANTISIPASI BENCANA GUS IPUL JADI WAGUB (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Komentar Terbaru

Blog Stats

  • 6,003 hits

%d blogger menyukai ini: